Masa Layanan Windows Xp SP2


Dukungan untuk Windows XP Service Pack 2 akan berakhir 13 Juli 2010. Setelah itu, Anda tidak akan lagi bisa mendapatkan update keamanan. Jika Anda menjalankan Windows XP dengan Service Pack 2 (SP2) dan Anda tidak siap untuk upgrade ke Windows 7, Anda harus menginstal Windows XP Service Pack 3 (SP3), sebuah update gratis.

Install Windows XP  SP3

Windows XP SP3 mencakup semua update yang dirilis sebelumnya dan sejumlah kecil update baru. Ini tidak akan secara signifikan mengubah penggunaan Windows XP.

Catatan: Tidak ada SP3 untuk versi 64-bit Windows XP. Jika Anda menjalankan versi 64-bit Windows XP dengan SP2, Anda memiliki paket layanan terbaru dan akan terus memenuhi persyaratan untuk dukungan dan menerima update sampai April 8, 2014.

Agar anda mendapat layanan dari micorosoft anda harus mengupgrade windows Xp Sp2 ke Windows Xp Sp 3 32 bit

Cara Menginstal Windows Xp SP3

Windows XP Service Pack 3 (SP3) adalah perbaikan penting yang meliputi keamanan yang dirilis sebelumnya, kinerja, dan update untuk Windows XP stabilitas.

Download Windows Xp SP3

Cara untuk mendapatkan SP3 (Dan direkomendasikan paling mudah) adalah dengan mengaktifkan Automatic Updates, yang secara otomatis dapat men-download SP3 saat ini tersedia untuk komputer Anda. Anda hanya perlu beberapa klik untuk memulai instalasi dan seluruh proses otomatis.

Dalam rangka untuk menginstal SP3, Anda harus terlebih dahulu memiliki Windows XP Paket Layanan 1a (SP1a) atau Service Pack 2 (SP2). Ini juga tersedia bila Anda telah diaktifkan Pembaruan Otomatis.

Instal Windows Xp. SP3 Secara Manual

Bila anda tidak menggunakan automatic Uptudate Windows Xp Sp 2 ke Windows Xp Sp3, anda harus mendownload Windows Xp SP 3

Penting : Anda jangan menggunakan Windows Xp Xp3 yang dijual di Toko2 CD software atau mendownload dari situs2 lain, karena software tersebut berpotensi membawa virus ke system anda, Untuk mendapatkan Windows Xp Sp3 anda dapat mendownloadnya di Web resminya, Microsoft memberikan download gratis Windows Xp Sp3 anda dapat mendownloadnya di sini

Nama File : WindowsXP-KB936929-SP3-x86-ENU.exe
File Size     : 316.4 MB
Download

Sumber Microsoft

Transfer Outlook Express email Ke Windows 7


Bila anda telah membeli laptop baru dengan system windwos 7, dimana Outlog Express anda yang anda gunakan di system yang lama tidak dapat digunakan. Bila anda ingin tahu cara mentransfer semua pesan email lama dari Outlook Express ke Windows 7, silahkan ikuti petunjuk berikut ini :

Ada dua cara untuk melakukan ini. Yang pertama adalah sederhana dan melibatkan mengimpor pesan dari cadangan dari Outlook Express ke Windows Live Mail, Windows 7 program email. Tapi cara itu tidak berhasil. Mungkin proses backup tidak dilakukan dengan benar, Atau mungkin folder email rusak (karena Outlook Express sering crash). Tidak ada pilihan lain selain untuk mengambil cara kedua, rute yang lebih kompleks.

Instruksi cara Mentransfer Email dari Outlook Express ke Windows 7 Live Mail

Karena Windows Live Mail impor pesan dari instalasi yang sudah ada Outlook Express, Windows Mail dan Windows Live Mail.

Get Windows Live Mail (WLM)  program pada komputer Windows XP tua yang sudah punya Outlook Express. Baru diinstal program email akan secara otomatis mengimpor pengaturan account maupun pesan dari Outlook Express. Sekarang ekspor email dari Windows Live Mail di XP dan pindahkan ke komputer baru Windows 7.

  • Download Windows Live Mail untuk Windows XP lalu install.
  • Ketika Windows Live Mail menginstal pada komputer XP Anda akan mendeteksi Outlook Express dan menyalin pengaturan account email serta pesan. Jika tidak,  baca bagaimana menyalin account email dari Outlook Express ke Windows 7 dan kemudian mentransfer pesan email.
  • Ketika semua pesan yang telah dipindahkan dari Outlook Express ke Windows Live Mail pada XP, gunakan fungsi Ekspor yang terakhir untuk menyimpan back-up email ke folder pilihan. Salin seluruh folder di flash drive atau DVD. Penting: Ingat untuk juga memindahkan Outlook Express buku alamat dan data account email bersama dengan pesan. Shutdown Windows XP komputer karena pekerjaan sudah selesai.
  • Mentransfer buku alamat, informasi account email dan Windows Live Mail diekspor pesan (yang awalnya berasal dari Outlook Express) untuk Windows 7 komputer dan membuang mereka dari direktori sementara.
  • Pada Komputer Windows 7, buka program Windows Live Mail – porgram dasar harus diinstal. Jika tidak, lihat petunjuk tentang cara menginstal Windows Live Mail .
  • Tetapi sebelum Anda mentransfer Outlook Express email, anda harus mengimpor data account email untuk menghindari konfigurasi Windows Live Mail secara manual. Ini akan menghemat waktu Anda dan juga banyak masalah jika Anda memiliki beberapa account didirikan di Outlook Express dan / atau Anda tidak ingat pengaturan untuk account (terutama password dan email yang masuk dan keluar rincian server ).
  • Sekarang dengan “File” -> “Ekspor” -> “Pesan” fungsionalitas, memindahkan semua pesan email ke Windows Live Mail pada Windows 7.

9 Langkah untuk Memproteksi Komputer dari Virus


Saat ini fasilitas Internet dan jaringan lainnya sangat mungkin virus komputer komputer berkembang dengan cepat dan intensif. Setiap hari beberapa virus baru yang mampu merusak sistem komputer Anda akan muncul. Sementara software Antivirus yang selalu Update pasti ketinggalan, sebab setalah muncul virus baru beberapa waktu kemudian di buat antivirusnya. Jadi tetap komputer kita akan di serang terlebih dahulu sebelum muncul antivirusnya. Virus bisa masuk ke dalam komputer dengan cara yang berbeda. Itulah mengapa tidak ada metode sederhana untuk melindungi sistem. Hanya serangkaian tindakan dapat memberikan perlindungan handal dari infeksi. Berikut adalah 9 langkah untuk melindungi MS Windows PC berbasis sistem dari virus.

1. Buatlah backup secara teratur.

Harus diketahui bahwa tidak ada cara yang aman mutlak perlindungan. Pencipta virus akan selalu menemukan lubang dalam produk komputer baru untuk digunakan mereka neginfeksi sistem komputer. Beberapa virus yang cukup berbahaya dapat merusak file data atau bahkan menghapus seluruh file system. Buatlah backup data Anda secara teratur untuk memisahkan file-file perangkat penyimpanan. Usahakan menyimpan pada hard drive yang terpisah, kartu flash, compact disc atau perangkat lain penyimpanan file yang Anda pilih. Untuk kemudahan prosedur, Anda dapat menggunakan beberapa perangkat lunak backup otomatis. Dan siap jika sistem akan mati karena infeksi virus.

2. Siap untuk menginstal ulang sistem Anda jika rusak karena virus.

Siapkan software sistem operasi Anda dan distributives perangkat lunak yang Anda gunakan dan tetap bersatu, misalnya, CD OS dan driver komputer serta driver peralatan lainnya. Dalam hal ini jika infeksi virus akan menyebabkan kegagalan sistem dipulihkan dengan cepat Anda dapat menginstal ulang media system komputer anda.

3. Melindungi Sambungan jaringan dengan Firewall.

Firewall adalah sebuah perangkat lunak yang memblok koneksi yang mencurigakan dan mencegah virus untuk menembus jaringan ke dalam sistem Anda. Sistem Windows XP terlalu sederhana namun dapat diandalkan built-in firewall. Anda dapat mengaktifkannya dengan cara sebagai berikut.

  • Pada Control Panel, klik dua kali Networking and Internet Connections, kemudian klik Network Connections.
  • Klik kanan koneksi yang ingin anda aktifkan firewall, dan kemudian klik Properties.
  • Pada tab Advanced, pada kotak Windows Firewall klik Setting
  • Bila muncul Jendela Windows Firewall, centrang pilihan On (Recomended)

Jika anda memerlukan kendali lebih fleksibel dengan koneksi jaringan, Anda bisa mendapatkan dan menginstal perangkat lunak firewall yang lebih canggih seperti Norton Personal Firewall atau Outpost Firewall. Jika Anda menggunakan software ini Anda memiliki kemampuan untuk mengizinkan atau memblokir koneksi tertentu dan untuk memonitor aktivitas jaringan.

4. Gunakan perangkat lunak antivirus.

Menginstal perangkat lunak antivirus yang akan memindai sistem Anda mencari dan menghapus virus secara teratur. Pemimpin dalam produk perangkat lunak antivirus untuk sistem Windows adalah Norton Antivirus, McAfee, Kaspersky Anti-Virus dan PC-cilin.

5. Secara teratur memperbarui sistem operasi.

Windows XP memiliki built-in layanan update otomatis. Secara teratur kontak Microsoft server untuk menemukan pembaruan dan memberitahu Anda jika update siap untuk diinstal. Pembaruan penting karena hacker secara teratur mencari lubang-lubang di sistem operasi yang sering digunakan oleh pencipta virus (Sangat berguna bagi anda yang menggunakan Windows Original).

6. Jangan instal dan menjalankan perangkat lunak mencurigakan.

Periksa program-program baru yang akan Anda install dengan software anti-virus. Jangan download software dari situs-situs yang mencurigakan. Untuk men-download perangkat lunak selalu mencari website pencipta perangkat lunak atau distributor resmi. Jangan gunakan aplikasi yang diterima melalui email dari orang tak dikenal.

7. Membatasi akses ke komputer Anda.

Lindungi masuk ke sistem dengan password, yaitu dengan pasword user dengan maksud bila anda masuk ke system windows harus log dengan User name dan pasword

8. Jika Anda menggunakan Internet Explorer, coba pindah ke browser lain.

Karena IE adalah browser yang paling sering menjadi incaran atau di gunakan pencipta virus secara aktif menggunakan cacat pada sistem keamanan untuk menginfeksi komputer. Infeksi mungkin timbul jika Anda akan mengunjungi halaman Web yang berisi kode berbahaya yang tak terlihat. Anda lebih aman jika Anda menggunakan browser yang kurang dikenal hanya karena pembuat virus tidak banyak perhatian pada brows tersebut. Pesaing utama IE browser adalah Firefox dan Opera sekarang menyediakan antarmuka yang nyaman yang sama dan jangkauan pelayanan untuk bekerja di Web.

9. Gunakan spam perlindungan.

Virus sering didistribusikan melalui email. Mengaktifkan filter spam di kotak email Anda untuk memblokir menerima spam. Jika Anda memerlukan bantuan dengan penggunaan filter, Anda dapat meminta penyedia layanan email Anda.

Semoga bermanfaat

Cara Memperbaiki Windows XP Tanpa Instalasi Ulang


Buat yang belum bisa untuk install ulang OS di Computernya dan blum tau gimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan dan eror yang terdapat pada OS Windows Xp, dibawah ini ada cara-cara dan tips untuk memperbaikinya jika OS Windows XP di PC anda ngulah tanpa perlu melakukan Instalasi ulang.

Memperbaiki Instalasi ( Repair Install )

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting, Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan) yang awal. Kemudian …

  • Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
  • Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
  • Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,
  • bukan yang pertama.
  • Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
  • Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R
  • Ini akan memulai perbaikan.
  • Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
  • * Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
  • Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
  • Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
  • Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
  • dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,

Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation

  • Ketika ditanya, klik tombol Next
  • Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
  • Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
  • Komputer akan restart.
  • Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
  • Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
  • Selesai

Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.

NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
  • Tulis: CD i386
  • Tulis :  expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
  • Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
  • Selesai

HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Tulis :  bootcfg /list

Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini

  • Tulis: bootcfg /rebuild untuk  Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang

Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :
“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Masukkan password administrator jika diperlukan.
  • Tulis: cd \windows\system32\config
  • Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
  • Tulis :  ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
  • Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
  • Tulis: copy \windows\repair\system
  • Tulis: copy \windows\repair\software
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:

1. Untuk partisi tipe FAT

Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

2. Untuk partisi tipe NTFS

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Masukkan password administrator jika diperlukan.
  • Masukkan perintah berikut, dimana  X :  adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
  • Tulis:  COPY X:\i386\NTLDR C:\
  • Tulis:  COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Selamat mencoba

Sejarah Operating System


Setelah banyaknya OS yang baru seperti Windows Xp, vista, windows 7 Linux dan Machintos,  saya berpikir bahwa mungkin ada baiknya untuk mengingatkan diri kita kepada kenangan operating system yang ada sejak komputer diciptakan sehingga kita tidak akan lupa awal dari operating system dari dahulu hingga saat ini yang berkembang dengan pesat.

CP/M – Dibuat kembali pada tahun 1976, baris perintah ini berbasis Sistem Operasi dikembangkan untuk menyediakan 8-bit komputer pengguna dengan cara yang lebih mudah mengelola yang paling mendasar fungsi komputer, seperti juga menginstal dan aplikasi pemrograman. Akan adil untuk mengatakan bahwa MS-DOS muda sangat erat didasarkan pada CP / M dan memang banyak dari struktur Sistem Operasi dan perintah tetap dipertahankan.

DOS – Tentu saja, sebenarnya ada beberapa rasa yang berbeda dari DOS yang tersedia dari berbagai vendor tapi MS-DOS adalah salah satu yang digunakan oleh sebagian besar. Dirilis pada tahun 1981, Microsoft terus mengembangkan Sistem Operasi ini sampai saat peluncuran Windows 95, di mana titik itu dihapus. DOS adalah Sistem Operasi berbasis perintah tanpa bentuk antarmuka grafis yang tetap populer bahkan setelah pengenalan Windows disebabkan oleh kenyataan bahwa tidak hanya itu hardware lebih cepat dan kurang intensif, tetapi juga bahwa hal itu sebenarnya diperlukan sebagai dasar untuk Windows untuk menjalankannya. Up sampai Windows 95, komputer Anda akan dibeban ke dalam DOS secara default dan orang-orang yang ingin menggunakan Windows akan benar-benar harus membutuhkan dos sebagai MS-DOS untuk Sistem Operasi sekunder.

GEOS –  Ini sangat kompak Sistem Operasi Grafis awalnya dirancang untuk Commodore 64; sebuah mesin hanya dengan 64k RAM dan 1 MHz processor. Dirilis pada tahun 1986 oleh sebuah perusahaan bernama Berkeley Softworks, GEOS kemudian menjadi tercepat ketiga menjual Operating System di dunia pada satu tahap. Meskipun persyaratan sistem miniscule ridiculously, lincah GEOS adalah Sistem Operasi yang tampak sangat mirip dengan MacOS yang berjalan pada mesin seharga sepuluh kali harga softwarenya.

OS/2 – Awalnya usaha patungan antara IBM dan Microsoft pada tahun 1987, pada satu titik Microsoft dipublikasikan bersikeras bahwa OS / 2 adalah masa depan dan secara teknis, itu lebih unggul. Namun Microsoft berhasil membundel Windows 3.0 dengan banyak PC baru (sebuah taktik mereka telah dapat melanjutkan sampai selama bertahun-tahun) dan karena itu OS / 2 menjadi dianggap sebagai alternatif yang mahal. Tidak mengejutkan, perkawinan antara kedua perusahaan menghantam pasar dan meskipun IBM solid sampai 2001, OS / 2 tidak pernah berhasil untuk menikmati keberhasilan yang dimiliki Windows.

AmigaOS – Amiga OS patut dikenang sebagai salah satu yang paling revolusioner dalam sejarah Operating System dan itu merupakan teknologi yang luar biasa butuh waktu bertahun-tahun untuk Windows untuk mengejar ketinggalan. The AmigaOS yang awalnya diperkenalkan kembali pada 1985 untuk Commodore Amiga baris mesin dan tidak hanya itu lincah, stabil dan sangat penuh fitur tetapi juga termasuk dukungan untuk multitasking; sesuatu yang kita anggap sudah seharusnya sekarang dimunculkan kembali tapi grail komputasi kembali kemudian. Sayangnya masalah keuangan di Commodore menyebabkan kebangkrutan yang mengakibatkan sebagian besar pembangunan di platform Amiga ditinggalkan.

Fungsi Registry Windows


Windows registry merupakan sebuah direktori yang menyimpan setting dan opsi untuk system operasi Microsoft Windows. Registry mengandung informasi dan setting untuk semua hardware, software dan system operasi, software non-system, dan setting per user. Registry juga menyediakan sebuah jendela untuk operasi kernel, menjalankan informasi runtime seperti performance counter dan hardware yang aktif. Registry merupakan pengganti berkas-berkas konfigurasi *.ini yang pertama kali digunakan dalam sistem Windows 16-bit (Windows 3.x).

Berikut lima anak direktori yang masing-masing mengandung kata kunci (key) dan anak kunci (subkey) yang disusun secara hierarkhi :

HKEY_CLASSES ROOT (HKCR)
Biasa digunakan untuk menyimpan informasi mengenai aplikasi yang teregister, seperti asosiasi file dan OLE (Object Linking and Embedding) Object Class ID ke dalam aplikasi yang digunakan untuk menangani item tersebut. Sebagai contoh, berkas dokumen dengan ekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad, WordPad dan sebagainya.

HKEY_CURRENT_USER (HKCU)
Digunakan untuk menyimpan setting yang spesifik mengenai login user. Kunci HKCU merupakan link ke subkey dari HKEY_USERS (HKU) yang berkorespondensi dengan user, yang menyimpan informasi konfigurasi computer user, seperti warna atau tampilan desktop, dan sebagainya. HKU sendiri merupakan tempat penyimpanan konfigurasi setiap user yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan, dan ketika user login, maka ID user akan dicocokkan dengan yang ada di HKEY_CURRENT_USER.
HKEY_LOCAL_MACHINE
Menyimpan setting yang semua system computer, mulai dari keamanan, software, system, dan hardware, yang diaplikasikan ke user.

HKEY_CURRENT_CONFIG (HKCC)
Mengandung informasi yang didapat secara runtime. Informasi yang disimpan dalam kunci ini tidak permanent disimpan dalam harddisk, namun akan dikembalikan ketika saat booting.

HKEY_PERFORMANCE_DATA
Menyediakan informasi runtime ke data performance yang disediakan oleh kernel Windows atau program lain yang menyediakan data performance. Kunci ini tidak tertampil dalam Registry Editor, namun akan tampil dalam fungsi registry di Windows API.

HKEY_DYN_DATA
Kunci ini biasanya ada di system Windows 95, Windows 98 dan Windows Me. Mengandung informas mengenai device hardware, termasuk plug-and-play dan statistic performance jaringan. Semua informasi tidak disimpan di harddisk, dan hanya dimunculkan ketika startup dan hanya disimpan dalam memory.

Memberikan Password Di Flashdisk Tanpa Menggunakan Software


Memberikan Password Di Flashdisk Tanpa Menggunakan Software: Sekarang ini flashdisk sudah menjadi salah satu benda yang sangat dibutuhkan terlebih bagi seorang pengguna data digital. Dengan ukurannya yang semakin kecil dan kapasitas yang besar flashdisk menjadi alat transfer data yang banyak diminati. Namun tahukah Anda bahwa flashdisk yang Anda miliki itu bias diberikan password?

Saya sangat yakin bahwa Anda sudah mengetahui bahwa flashdisk bisa dipasangi password untuk proteksi atau hanya sekedar untuk pamer saja. Banyak software yang bisa digunakan guna memberikan password di flashdisk yang Anda miliki. Namun saya juga yakin bahwa tidak semua dari Anda yang sudah mengetahui bahwa kita bisa memberikan proteksi dengan password namun tanpa menggunakan software apapun, alias menggunakan skrip.

Pada tips trik komputer kali ini akan diberitahukan bagaimana cara memberikan password di flashdisk tanpa menggunakan software. Berikut caranya.

  • Buka program Notepad Anda.
  • Setelah terbuka ketikkan atau copy paste skrip berikut ini:

on error goto 0
dim s,quest,sd,m,winpath,fs
set sd=createobject(”Wscript.shell”)
set fs=createobject(”Scripting.FileSystemObject”)
set winpath=fs.getspecialfolder(0)
set s=wscript.createobject(”wscript.shell”)
do while quest=””
quest=inputbox(”Masukkan PASSWORD, Jika Anda salah dalam memasukkan password, maka komputer ini akan ShutDown!!!”,”Dunia Komputer”)
if quest=”” then
m=MsgBox(”Maaf, Anda belum memasukkan password…!”, 0+0+48, “Dunia Komputer”)
end if
loop
if quest=”PASSWORD ANDA” then
s.run “shutdown -a”
sd.run winpath & “\explorer.exe /e,/select, ” & Wscript.ScriptFullname
else
s.run “shutdown -s -t 0″
end if

  • Ganti tulisan [PASSWORD ANDA] menjadi password yang Anda inginkan.
  • Setelah selesai, simpan dengan nama [kunci.vbs]. Sebelum disimpan ubah [Save as type] mejadi [All Files].
  • Langkah selajutnya adalah membuat file [autorun.inf].
  • Buka kembali Notepad Anda.
  • Ketikkan atau copy paste skrip berikut ini:

[Autorun]
shellexecute=wscript.exe kunci.vbs
action=FLASHDISK TELAH BERPASSWORD

  • Silahkan ganti tulisan [FLASHDISK TELAH BERPASSWORD] dengan kata-kata Anda sendiri.
  • Simpan dengan nama [autorun.inf]. sebelum disimpan lagi-lagi ubah dahulu [Save as type] menjadi [All Files].
  • Copy file [kunci.vbs] dan [autorun.inf] kedalam flashdisk Anda, letakkan di direktori terluar (root) di flashdisk Anda.
  • Bila perlu hidden-kan kedua file tersebut. Sudah tahukan bagaimana cara meng-hidden-kan file?

Pada saat Anda mendouble klik icon flashdisk Anda di [My Computer], maka Anda akan langsung diminta password yang sudah Anda ketikkan pada skrip [kunci.vbs] diatas tadi.

Catatan:

  • Cara ini tidak berfungsi apabila flashdisk dibuka melalui [klik kanan] –> [Explore].
  • Apabila Anda salah memasukkan password, maka komputer akan langsung shutdown.

Kompatibel dengan Windows XP, belum dicoba di Windows lainnya, silahkan Anda coba sendiri.

ARP Cache


Address Resolution Protocol yang dirancang untuk memudahkan komunikasi dalam TCP / IP jaringan melalui metode dipercepat untuk menemukan host alamat hardware ketika lapisan jaringan diketahui. Ketika lapisan jaringan telah diselesaikan pada lapisan alamat data-link, antara dua link diletakkan dalam sebuah tabel yang disebut cache ARP dan disimpan pada Hardware dan Internet Protocol yang tepat.

Cache ARP berfungsi untuk mempercepat prises kerja, jika terjadi pemborosan proses kerja komputer, ARP cache mungkin mengalami beberapa masalah. Tabel cache harus dipertahankan secara teratur.

Ada juga kemungkinan bahwa entri cache telah tidak berlaku karena waktu, dan banyaknya entri cache yang telah kadaluarsa dan tidak di di hapus dari Chase. TTanda-tanda awal bahwa cache perlu dibersihkan adalah ketika satu halaman web saja tidak akan memuat dan juga ketika Anda tidak dapat melakukan ping ke alamat IP tertentu. Disarankan sebelum melakukan sesuatu, Anda dapat mencoba pemeriksaan pertama sekali apakah routing dan layanan yang tidak perlu telah dinonaktifkan (tidak perlu melakukan hal itu jika Anda menggunakan Windows XP Home Edition).

Untuk menghapus ARP cache di Windows 2000/2003/XP dan Vista, anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

  • klik menu “Start“, klik “Run“.
  • Ketik perintah berikut dalam kotak “Run”. “netsh interface ip delete arpcache
  • klick “Ok“.

Membersihkan cache ARP entries dinamis membutuhkan waktu antara 2 dan 20 menit, tergantung pada sistem. Tetapi ada cara-cara alternatif untuk membersihkan cache jika metode awal tidak berhasil:

  • Klik kanan My Computer.
  • Kemudian klik pilih menu “Manage” lalu pilih menu “Services and Applications
  • Dari menu “Services and Aplication” klik atau pilih menu “Services
  • Cari bagian “Routing and Remote Services“, setelah ketemu klik kanan klik “Properties“.
  • Setelah muncul jendela properties, pada menu startup type pilih “Disable“.
  • Lalu klik “Ok
  • Kemudian keluar dari program Computer Managemen.

Jika masih mengalami masalah dengan cache? Masih ada metode lain yang dapat Anda gunakan, seperti berikut ini yang dirancang untuk menghapus cache setiap lima menit untuk mereka yang menggunakan Windows XP Home edition. dan Jika Anda menggunakan Windows XP Pro dan Anda masih ingin menggunakan metode ini, anda dapat mengubah “C: WINNTsystem32” bagian dari perintah untuk menandai “C: windowssystem32″.

  • Instal Window pada drive default (C), dan jika tidak, Anda akan harus menggantikan huruf “C” dengan huruf yang mewakili drive di mana Windows anda diinstal.
  • klik menu “Start” dan kemudian klik pada “Run”. ketik “cmd” pada kotak perintah lalu klik “Ok“. Setelah itu, copy dan paste link ini pada kursor yang berkedip setelah tanda (>); “SCHTASKS / CREATE / SC MINUTE / MO 5 / TN ARPFLUSH /TR C: WINNTsystem32netshinterfaceipdeletearpcache
  • Ketik “enter“, dan kemudian anda akan diminta untuk mengetikkan username dan password Anda, lalu tekan “enter” sekali lagi.

Semoga Bermanfaat

NTLDR Missing


Salah satu Permasalahan kerusakan system komputer adalah pesan missing NTLDR yang biasanya muncul saat komputer melakukan booting pertama kali. Hal ini disebabkan  hilangnya file system sehingga pada saat booting komputer tidak menemukan salah satu file system, penyebab kesalahan ini bisa terjadi karena karena komputer dimatikan tidak normal atau tidak di shutdown, bila mematikan komputer tidak normal beberapa kali, kemungkinan akan menyebabkan track hardisk mengalami kerusakan sehingga terjadi bad sactor, atau system tidak dapat melakukan proses penyimpanan pada regystry yang biasanya dilakukan pada saat kita shutdown, itulah sebabnya pada saat proses shutdown agak lama, karena komputer akan menyimpan ke system registry dan mengembalikan haed hardisk ke posisi netral.

Bila komputer dimatikan tanpa proses shutdown, maka head hardisk tetap berada di tengah cylinder hardisk, sehingga pada saat kita menghidupkan kembali komputer, secara tiba2 head hardisk akan menggores cylinder hardisk sehingga terjadi kerusakan track dimana track tersebut berisikan file system yang diperlukan agar system windows bekerja.

Jika salah satu file system rusak dan tidak dapat dibaca oleh komputer maka akan muncul pesan NTLDR Missing dan komputer akan minta perintah Ctrl+Alt+Del untu restart kembali.

Selain dari kesalahan pengoperasian, hilangnya salah satu file system kemungkinan lain karena serangan firus yang mendelete salah satu file system, atau karena menginstall sebuah program yang tidak sesuai dengan spesifikasi system OS pada komputer tersebut.

Biasanya komputer yang gagal untuk masuk ke system operasi untuk memperbaikinya agak sedikit rumit.

Jika komputer menggunakan partisi dengan system file FAT32, caranya lebih mudah daripada NTFS. Hal ini lebih karena faktor keamanan yang lebih kuat di NTFS sehingga membongkarnya pun menjadi sulit. untuk windows 98 dengan system Fat 32 cukup dengan melakukan booting menggunakan startup disk Win98, lalu menyalin file NTLDR atau NTDETECT.COM dari direktori i386 ke direktori C:\.

Sedangkan untuk system files NTFS, langkah langkah yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Setting Bios agar boting melalui CD/DVD Room
  2. Masukan dan boot menggunakan CD WindowsXP.
  3. Tekan sembarang tombol keyboard pada saat muncul pesan “Press any key for on boot CD Room”
  4. Saat muncul pilihan untuk melakukan Repair Windows, tekan tombol R pada keyboard.
  5. Lalu tekan nomor yang sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang akan diperbaiki, biasanya pilih angka 1.
  6. Ketik password administrator saat diminta, bila sebelumnya kita tidak pernah mengisi password administrator saat instalasi Windows pertama kali, langsung tekan Enter.
  7. Ketik perintah berikut : (X: merupakan drive untuk CDROM).
  • COPY X:\i386\NTLDR C\:
  • COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
  • Keluarkan CD dari CDROM lalu ketik exit.

Selamat mencoba

Bahaya Program Anti Virus


Sejak ditemukan virus telah mengalami perkembangan teknologi yang cukup besar, demikian juga program Antivirus yang ada. Sayangnya perkembangan Antivirus biasanya hanya mengejar perkembangan virus dan bukan berusaha mendahuluinya. Antivirus yang ketinggalan (teknologinya) justru dapat mengundang bahaya bagi pemakai.

Ketika virus-virus berhasil dideteksi keberadaannya, virus-virus yang baru selalu bermunculan dengan teknologi yang lebih canggih yang membuat antivirus menjadi tak berdaya . Antivirus yang lama misalnya, selalu dapat dibuat dengan teknologi stealth, dengan demikian ketika antivirus ini berusaha mendeteksi file-file yang lain, virus yang stealth tadi justru menyebarkan dirinya ke setiap file yang diperiksa.

Di berbagai majalah tentunya Anda sering melihat adanya program-program antivirus satuan khusus (spesifik) yang tujuannya untuk mendeteksi satu jenis virus. Biasanya para pembuat antivirus tidak memberitahukan cara-cara yang benar untuk menggunakan program antivirus ini, padahal antivirus spesifik memiliki risiko yang besar jika tidak digunakan secara benar.

Antivirus spesifik hanya mampu mendeteksi satu jenis virus (dan mungkin beberapa variannya) dan biasanya mampu melumpuhkan virus di memori. Jika Anda menemukan suatu virus dan Anda yakin nama virusnya Anda bisa menggunakan Antivirus semacam ini, namun jika Anda tidak tahu, sebaiknya jangan coba-coba. Jika ternyata virus yang aktif adalah virus lain, yang tentunya tidak terdeteksi oleh antivirus ini, maka antivirus tersebut justru dapat menyebarkan virus yang ada ke seluruh file program yang diperiksanya.

Bahaya yang lebih menakutkan adalah jika antivirus salah mendeteksi suatu virus dan salah membersihkannya sehingga file program yang Anda coba untuk perbaiki justru menjadi rusak. Kejadian ini pernah terjadi misalnya pada kasus virus DenHard, virus ini benar-benar mirip dengan die hard, namun virus ini menggunakan teknik yang berbeda untuk mengembalikan header file yang asli, beberapa antivirus yang berusaha membersihkannya justru merusakkan file program tempat virus itu berada. Selain terjadi pada kasus virus DenHard, kasus inipun pernah (dan mungkin masih akan terus) terjadi pada beberapa virus. Salah satu alasan para pembuat virus membuat virus yang mirip adalah supaya virus tersebut sulit dibersihkan, karena para pembuat antivirus tidak suka jika virusnya dapat dengan mudah dibersihkan oleh user.

SUMBER BAHAYA PROGRAM ANTIVIRUS

Program Antivirus bisa berbahaya karena sebab-sebab berikut:

  • Beberapa program antivirus hanya menggunakan teknik sederhana yang bisa dengan mudah di-tipu oleh pembuat virus Misalnya program antivirus hanya memeriksa beberapa byte di awal virus, pembuat virus bisa saja membuat virus versi lain yang sama di bagian awal tetapi berbeda di bagian-bagian yang penting, misalnya di rutin enkripsi/dekripsi header file asli. Ini akan membuat program antivirus menjadi perusak file bukan penyelamat file. Beberapa antivirus juga dapat di tipu dengan mengubah-ubah file signature antivirus. File signature merupakan file yang berisi ID dari setiap virus yang dikenal oleh antivirus, jika ID tersebut di ubah maka antivirus tidak akan mengenalnya. Antivirus yang baik seharusnya dapat memeriksa jika file signature-nya berubah.
  • Program Antivirus tidak membuat backup file yang dibersihkan. Sering program antivirus (terutama yang spesifik) tidak menyediakan sarana untuk membuat backup file yang dibersihkan, padahal ini sangat penting andaikata proses pembersihan gagal.
  • Program Antivirus tidak melakukan self check. Self check itu perlu, program antivirus dapat saja diubah oleh orang lain sebelum sampai ke tangan pengguna. Program-program antivirus komersial biasanya melakukan self check untuk memastikan dirinya tidak diubah oleh siapapun, namun ada juga yang tidak dan ini berbahaya. Pada program-program antivirus lokal, yang sering disertakan pada beberapa artikel komputer, biasanya menyertakan source code-nya, sebaiknya Anda mengcompile sendiri source tersebut jika Anda ragu pada keaslian file exe-nya.
  • Program Antivirus residen bisa di matikan dengan mudah Antivirus residen yang baik seharusnya tidak bisa dideteksi dan di uninstall dengan mudah. Contoh antivirus residen yang kurang baik adalah VSAFE (ada di paket DOS). VSAFE bisa dideteksi dan dimatikan dengan menggunakan interrupt (coba Anda pelajari/debug program vsafe yang ada di DOS agar Anda mengerti). Pemakai akan mendapatkan rasa aman yang palsu dengan menggunakan antivirus semacam ini. Tidak ada rasa aman justru lebih baik dari rasa aman yang palsu.
  • Program antivirus tidak memberi peringatan kadaluarsa. Seiring dengan berjalannya waktu, virus-virus yang bermunculan semakin banyak dan tekniknya semakin canggih. Program antivirus yang baik sebaiknya memberi peringatan jika Antivirus yang digunakan sudah terlalu out of date. Ini penting supaya kejadian antivirus yang menyebarkan virus tidak terulang.

INILAH YANG PERLU ANDA LAKUKAN SEBAGAI PENGGUNA

Sebagai pengguna program antivirus ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko penggunaan antivirus

  1. Carilah antivirus yang baik, baik di sini artinya program tersebut dapat dipercaya untuk mendeteksi dan membasmi berbagai virus yang ada. Jangan terbuai dengan janji-janji yang ditawarkan para vendor antivirus, dan jangan terbuai juga dengan nama merk yang cukup terkenal. Cobalah cari perbandingan antara berbagai antivirus di berbagai majalah / situs di internet.
  2. Gunakan selalu Antivirus terbaru, Anda bisa mendapatkannya dari Internet atau dari beberapa majalah. Antivirus yang lama memiliki risiko yang besar jika digunakan (lebih dari 6 bulan sudah sangat berbahaya).
  3. Buatlah cadangan untuk data dan program Anda yang penting.
  4. Lakukan proses pembersihan virus dengan benar jika Anda menemukan virus
  5. Pastikan program Antivirus yang Anda dapat adalah yang asli, ada kemungkinan seseorang telah mengubah antivirus tersebut, atau mungkin menularinya dengan suatu virus.
  6. Hubungi ahlinya jika Anda merasa tidak dapat mengatasi virus di komputer atau jaringan Anda.

Langkah proses pembersihan yang baik adalah sebagai berikut:

Jika Anda menjalankan komputer pribadi

  1. Boot komputer Anda dengan disket startup yang bersih dari virus (dan di write protect)
  2. Jalankan program virus scanner/cleaner pada sebuah file yang terinfeksi
  3. Coba jalankan file tersebut, jika file tersebut menjadi rusak, jangan teruskan lagi
  4. Jika program dapat berjalan lancar, cobakan sekali lagi pada beberapa file (cari yang ukurannya kecil, yang sedang dan yang besar). File yang ukurannya besar perlu di-check, biasanya file ini mengandung internal overlay yang membuat filenya rusak jika terkena virus.

Jika Anda adalah Admin jaringan, sebaiknya Anda mengambil sampel virus ke disket dan mencoba untuk membersihkannya di komputer lain, ini dilakukan untuk tidak mengganggu pekerjaan yang mungkin sedang dilakukan oleh orang lain. Hal ini juga untuk mengantisipasi, kemungkinan adanya virus baru yang mirip dengan virus lain (bayangkan apa jadinya jika terjadi salah pembersihan sehingga seluruh program di jaringan menjadi tidak bisa dipakai!). Jika gagal dibersihkan Anda perlu memanggil ahlinya untuk menangani, atau mencari informasi lebih lanjut di Internet. Percobaan pada beberapa file tujuannya untuk mencegah salah deteksi dan atau salah perbaikan oleh program antivirus. Jika virus dianggap berbahaya dan aktivitas menggunakan jaringan bisa ditunda sementara, mungkin untuk sementara jaringan dimatikan.

BILA ANDA PROGRAMMER INI YANG PERLU ANDA LAKUKAN

Saat ini untuk menjadi programmer antivirus yang baik tidaklah mudah, Anda perlu tahu teknik-teknik pemrograman virus yang setiap hari semakin bertambah sulit. Program antivirus yang Anda buat sebaiknya juga mengikuti perkembangan teknologi virus. Untuk membuat program antivirus yang baik tidaklah mudah, namun ada beberapa hal yang perlu Anda ingat sebagai pembuat Antivirus jika Anda ingin program Anda dipakai orang lain, dan tidak membahayakan orang tersebut

  1. Program Anda sebaiknya bisa mematikan virus di memori, dan dapat memberi peringatan jika ada sesuatu yang aneh di memori komputer pemakai (misalnya besar base mem kurang dari 640 Kb)
  2. Dalam membuat ID virus pilihlah beberapa lokasi, lokasi yang baik adalah di awal virus dan di bagian penting virus (misalnya di bagian dekripsi header program asli) ini untuk memastikan tidak ada yang mengubah lokasi dan sistem enkripsi (jika ada) header program asli.
  3. Jika data/header di enkrip, verifikasikan data yang didapat dari perhitungan, misalnya lihat apakah CS dan IP asli yang di dapat dari perhitungan masih dalam batas besar file, atau apakah instruksi JMP pertama di file COM masuk akal (kurang dari panjang file).
  4. Buat cadangan file jika file yang dibersihkan dikhawatirkan rusak
  5. Lakukan self check di awal program. Jika tidak seluruh bagian program bisa di self check, bagian ID virus perlu diperiksa apakah berubah atau tidak (misalnya dengan checksum).
  6. Buatlah penjelasan yang jelas tentang cara penggunaan antivirus
  7. Jika program hanya dapat dijalankan di DOS periksalah selalu ketika program dijalankan apakah program tersebut benar-benar berjalan di DOS
  8. Jika ingin membuat program antivirus residen, jangan memakai ID virus yang tidak terenkripsi di memori, antivirus lain yang tidak mengenal antivirus Anda tersebut, justru akan menganggap adanya sebuah (atau beberapa buah) virus aktif di memori. Hal ini bisa terjadi, karena beberapa antivirus memeriksa seluruh memori terhadap adanya ID virus.
  9.  Untuk antivirus yang non residen teknik no 8 juga perlu digunakan, ini perlu agar program antivirus yang lain tidak mengira program ini terkena virus. Kadang-kadang program juga meninggalkan bekas di memori, yang mungkin bisa dicurigai oleh antivirus lain sebagai virus. Jika Anda tidak ingin menerapkan teknik tersebut, Anda bisa menghapus memori variabel ID virus setelah selesai digunakan.
  10. Jika mungkin, untuk virus yang polimorfik gunakan metode heuristic (dan atau emulasi) untuk men-scan dan teknik emulasi untuk mendekrip, atau mengembalikan program asli.

Seharusnya 10 hal tersebut cukup, Anda bisa menambahkan sendiri hal tersebut jika perlu. Misalnya masalah kecepatan scanning dan lain-lain.

Kiranya setelah membaca artikel di atas, para pemakai dan programmer antivirus dapat mendapatkan pengetahuan yang baru mengenai antivirus komputer. Sebagai pemakai antivirus, Anda harus lebih hati-hati, dan dengan rajin mengupdate antivirus Anda. Hal ini sangat perlu dilakukan, terutama bagi Anda yang terhubung ke Internet, sudah banyak virus yang menyebarkan dirinya lewat e-mail, dan dengan memanfaatkan beberapa bug dari perangkat email client Anda beberapa virus dapat menyebar tanpa Anda sadari (saat artikel ini dibuat, ada laporan dari sumber yang terpercaya bahwa ada bug di outlook yang memungkinkan attachment di eksekusi tanpa diketahui user).

Bagi para programmer antivirus, kiranya Anda tergerak untuk mempelajari lagi lebih banyak mengenai teknik-teknik virus, dan teknik-teknik untuk membasminya. Saat ini penulis virus di Indonesia belum terlalu banyak, tapi nanti ketika muncul berbagai virus dengan teknologi tinggi buatan bangsa sendiri, tentunya kita harus bisa membasminya (dengan baik dan benar tentunya), tidakkah kita akan malu, jika harus menggantungkan diri pada antivirus buatan luar negeri?.

Artikel ini bukanlah artikel yang lengkap mengenai pembuatan program antivirus yang baik, juga bukan tutorial yang lengkap mengenai penggunaan antivirus dengan baik dan benar, melainkan hanya sebuah artikel singkat agar para pemakai dan programmer lebih mewaspadai virus dengan lebih memperhatikan aspek antivirusnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 497 other followers